Tujuan. Memvisualisasikan struktur sistem tenaga listrik Indonesia untuk kepentingan edukasi, eksplorasi, dan analisis umum. Saat ini peta mencakup 8 region, yaitu JAMALI (Jawa-Madura-Bali), Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, NTB, dan NTT. Cakupannya nasional dari Sabang sampai Merauke, meskipun tingkat kelengkapan data bervariasi antar wilayah. Audiens yang dituju adalah mahasiswa, peneliti, analis kebijakan, media, dan publik dengan latar belakang teknis.
Data pembangkit, gardu induk, dan transmisi dikompilasi dari kombinasi
dokumen publik (RUPTL PLN 2025–2034) dan OpenStreetMap. Pipeline mencakup
ekstraksi otomatis, pencocokan nama dengan fuzzy match (threshold 0,85),
validasi silang antar sumber, dan override manual untuk meningkatkan akurasi
koordinat serta representasi sistem. Detail lengkap per region terdokumentasi
di docs/extraction_log_*.md pada repositori.
Tip. Untuk performa lebih ringan dan eksplorasi yang lebih nyaman, manfaatkan filter wilayah atau layer sesuai kebutuhan.
power=plant di
area 8 region. Total 593 pembangkit dengan ~400
di antaranya memiliki nilai kapasitas tercatat. Validasi dilakukan
terhadap RUPTL Tabel x.3 agregat per provinsi.power=line dengan
tag tegangan ≥70 kV. Total 4.053 garis, sekitar
20.000 km. Tegangan 275/500 kV belum tersedia di Maluku, Papua,
NTB, maupun NTT.Beberapa Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (500 kV) yang dikenal publik (misalnya "GITET Bekasi") tercatat di RUPTL dengan nama desa atau kecamatan terdekat (Sukatani, Tambun, Deltamas), atau tidak masuk Tabel x.4 karena kategorisasi internal RUPTL. Di wilayah timur, nama yang dipakai PLN kadang berbeda dari nama di OSM. Contoh: GI Ruteng tercatat sebagai Gardu Induk Bahong di OSM, GI Sumbawa muncul sebagai Gardu Induk Seketeng. Untuk pemetaan yang lebih lengkap, referensi silang dengan OSM disarankan.
Mengikuti konvensi single line diagram:
Proyek open-source untuk kepentingan publik. Data turunan tunduk pada lisensi sumber asal: OSM mengikuti ODbL, sedangkan data RUPTL adalah dokumen publik PLN/ESDM.
Masukan, koreksi data, maupun saran pengembangan sangat diterima.